BALIKPAPAN, Pranala.co — Kemacetan yang kerap mengular di jalur penghubung Balikpapan Baru menuju Jalan MT Haryono akhirnya ditangani. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan mulai menutup fasilitas putar balik (U-turn) di Simpang Agung Tunggal sejak Kamis (2/4/2026) malam.
Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kepadatan lalu lintas dalam beberapa bulan terakhir, terutama di salah satu titik alternatif yang banyak digunakan warga untuk mengakses kawasan permukiman dan pusat aktivitas.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menyebut lonjakan volume kendaraan terjadi sejak dibukanya akses di kawasan Bundaran Monyet pada akhir 2023, yang memicu peningkatan signifikan jumlah kendaraan yang melintas.
“Dampaknya terasa terutama pada jam sibuk, baik pagi, siang, maupun sore hari,” ujarnya.
Fadli menilai kondisi geometrik jalan menjadi kendala utama. Lebar efektif pada mulut Jembatan Agung Tunggal yang terbatas membuat kapasitas jalan tidak mampu menampung arus kendaraan dari berbagai arah.
Kondisi tersebut diperparah oleh pergerakan kendaraan yang saling berpotongan, sehingga memicu konflik lalu lintas dan memperpanjang waktu antrean.
Sebagai upaya mengurangi titik konflik kendaraan, Dishub menutup fasilitas U-turn dengan memasang beton pembatas dan water barrier sepanjang kurang lebih 195 meter, dimulai dari depan toko buku hingga area kedai kopi di sekitar lokasi.
Ke depan, penataan ini akan diperkuat melalui pembangunan median jalan permanen oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU), serta rencana pelebaran Jembatan Agung Tunggal untuk meningkatkan kapasitas jalan.
Lebih lanjut, Fadli memastikan kebijakan ini telah melalui kajian teknis dan koordinasi lintas instansi dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang melibatkan kepolisian hingga unsur kewilayahan.
Pada tahap awal, Dishub bersama Satlantas Polresta Balikpapan akan melakukan pengaturan di lapangan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat selama sepekan.
Di samping itu, ia mengakui adanya potensi penyesuaian di awal penerapan, termasuk kemungkinan munculnya kepadatan di titik lain. Namun, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan akan terus dievaluasi.
“Lebih baik jarak sedikit lebih jauh tetapi lancar, daripada dekat namun terjebak macet panjang,” jelas Fadli.
Dishub akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap kebijakan ini, serta siap melakukan penyesuaian apabila ditemukan kendala di lapangan. Langkah rekayasa lalu lintas ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengurai kepadatan seiring pengembangan infrastruktur di kawasan Balikpapan Baru dan sekitarnya. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















