SAMARINDA, Pranala.co – Sebanyak 277 pelajar tingkat SMA dan SMK se-Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mengikuti seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026. Proses seleksi ini resmi dibuka di halaman parkir Balai Kota Samarinda, Sabtu (4/4/2026).
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa seleksi Paskibraka bukan sekadar mencari pasukan pengibar bendera, tetapi juga menjadi ajang pembentukan karakter generasi muda.
“Menjadi anggota Paskibraka berarti siap ditempa menjadi pribadi yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Samarinda, Josua Laden, serta sejumlah perwakilan perangkat daerah lainnya.
Neneng yang juga bertindak sebagai ketua panitia menjelaskan, seluruh peserta akan mengikuti tahapan seleksi mulai 4 hingga 21 April 2026.
Materi yang diujikan meliputi wawasan kebangsaan, intelegensi umum, kesehatan, parade, baris-berbaris, kesamaptaan, hingga penilaian kepribadian.
“Dari 277 peserta, akan dipilih 42 orang terbaik. Tiga putra dan tiga putri akan mewakili Samarinda di tingkat provinsi, sedangkan 36 lainnya bertugas di tingkat kota,” jelasnya.
Menurut Saefuddin, seleksi Paskibraka memiliki nilai strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Ia menekankan bahwa proses seleksi ini menjadi sarana pembinaan karakter, sekaligus menanamkan nilai nasionalisme dan cinta tanah air kepada para peserta.
“Kegiatan ini bukan hanya memilih yang terbaik untuk tugas kenegaraan, tetapi juga membentuk generasi yang mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” katanya.
Kepada para peserta, Saefuddin berpesan agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi sportivitas.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak semata diukur dari hasil akhir, melainkan dari proses pembentukan diri yang dijalani selama seleksi.
“Keberhasilan bukan hanya soal terpilih atau tidak, tetapi bagaimana kalian menjadi pribadi yang lebih disiplin, percaya diri, dan mencintai bangsa,” pesannya.
Sementara itu, kepada panitia dan tim seleksi, pemerintah kota menekankan pentingnya menjaga objektivitas, profesionalisme, dan transparansi dalam setiap tahapan.
Hal ini dinilai penting agar peserta yang terpilih benar-benar merupakan putra-putri terbaik yang mampu mengharumkan nama Kota Samarinda. (RIL/ID)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















