PERAYAAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) berlangsung meriah. Namun di balik kemeriahan itu, muncul seruan agar peringatan tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi momentum evaluasi arah pembangunan daerah.
Anggota DPRD Pangkep, Muhammad Ramli, menilai usia 66 tahun bukan lagi fase awal bagi sebuah daerah. Ia menyebut, peringatan hari jadi seharusnya dimaknai sebagai titik refleksi kolektif, bukan sekadar perayaan tahunan.
“Kalau diibaratkan manusia, usia ini sudah matang. Kita harus berpikir apa kontribusi kita untuk daerah, bukan sebaliknya,” ujarnya.
HUT Pangkep tahun ini mengusung tema “Sinergi Wujudkan Sumber Daya Kompetitif Menuju Pangkep Hebat Berkelanjutan.” Tema tersebut, menurut Ramli, bukan slogan semata, melainkan arah kebijakan yang harus diterjemahkan dalam kerja nyata.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat untuk menjawab tantangan pembangunan ke depan.
“Tema ini adalah cita-cita bersama. Harus diperjuangkan, bukan hanya diperingati,” katanya.
Ramli mengingatkan bahwa perayaan yang meriah tidak otomatis mencerminkan kemajuan daerah. Yang lebih penting, kata dia, adalah sejauh mana pembangunan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Momentum hari jadi, menurutnya, harus digunakan untuk mengukur capaian sekaligus merumuskan langkah perbaikan.
Ia mengajak seluruh elemen daerah untuk menjadikan HUT sebagai titik awal memperkuat komitmen bersama.
Bagi DPRD, pemerintah, maupun masyarakat, peringatan ini disebut sebagai kesempatan untuk menyatukan visi: membawa Pangkep menjadi daerah yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
“Semua pihak harus terlibat. Kemajuan daerah tidak bisa dibebankan hanya pada satu unsur,” tegasnya. [IR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















